Wednesday, June 6, 2012 ϟ 0 letters
NANA POV
Laju langkahku menaiki tangga . Meninggalkan Onew dan Key . Entah kenapa aku bertindak dingin terhadap Key . Aku mendekati tingkap bilik tidur . Aku menjenguk bawah . Kelibat Key mengayuh basikal , meninggalkan perkarangan rumah .
Aku terpaksa bertindak dingin terhadap dia . Aku masih dapat merasakan pelukannya . Deruan nafasnya yang begitu hampir dengan ku . Aku memeluk tubuh lalu duduk di atas lantai .
Air mata yang bertakung tidak dapat ditahan lagi . Entah kenapa perbuatan Key mengingatkan aku kepada Siu . Lelaki yang pernah menambat hati ku . Betapa setianya aku kepada dia tetapi dia begitu kejam . Menduakan aku dengan kawan baik aku sendiri .
Aku menggenggam tanganku . Kedengaran bunyi rintikan hujan . Aku harap Key sudah sampai ke rumahnya dengan selamat . Tangan mencapai mp3 . Earphone disumbatkan ke telinga . Lagu In Heaven dimainkan .
Aku mula mengelamun . Kenangan yang telah lama aku hapuskan kini kembali menghantui . Aku teringat Siu . Kami begitu gembira bersama . Susah senang kami bersama .
Aku masih ingat pada hari ulang tahun aku yang ke-15 . Malam masih muda tapi Siu masih tak wish aku lagi . Aku mengeluh berat . Aku hanya duduk di dalam bilik . Membaca majalah sambil mendengar lagu .
Telefon aku berbunyi menandakan ada pesanan ringkas masuk . " Jumpa lagi 1 jam . Be beautiful , sayang . " aku mengukir senyuman . Lantas bangun untuk bersiap . Hati ku berbunga-bunga .
Sementara menunggu Siu , aku kembali menyelak majalah tadi . Kemudian bunyi enjin kereta Siu kedengaran. Aku menjenguk ke bawah . Laju kakiku berlari ke arah muka pintu . Mama dengan papa tiada di rumah . Masih di pejabat .
Aku sedikit sedih walaupun kami telah menghabiskan masa bersama pagi tadi . Mungkin mereka sibuk sangat . Aku tersenyum melihat Siu . Gembira dengan kehadirannya .
" Jomm . " ringkas ajakkannya . Aku memasuki kereta . Melabuhkan punggung di tempat duduk sebelah Siu .
" Nak pergi mana ? " tanyaku gembira . " Adalah . Rahsia . " balas Siu sambil memandu kereta kelabu miliknya .
Aku memuncungkan bibir . Merajuk dengan jawapan dia . Siu tergelak kecil . " Aigoo , kalau oppa beritahu , tak jadilah surprise . Janganlah merajuk , nanti tak manis . " pujuk Siu sambil menggenggam tanganku . Aku tersenyum kecil . Nasib baik dia pandai pujuk .
Setelah beberapa minit berada di dalam kereta , akhirnya sampai juga kami . Eh pantai ? Aku memandang Siu . Siu hanya senyum segaris sebelum membawa aku . Angin bayu menyapa lembut pipiku .
Kemudian aku tergamam . Sebuah meja bulat yang dihiasi cantik dengan bunga kesukaanku , bunga mawar merah . Kami ditemani cahaya bulan dan lilin yang berada di tengah meja .
" Kenapa berdiri ? Duduklah . " ujar Siu sambil tersenyum manis . Aku tersedar dari lamunan . " Oppa buat semua ni ? Since pagi ? " tanya ku . Mata kami bertaut .
" Err .. patutnya kita tengok matahari terbenam tetapi dah terlambat . Sebab nak hias meja . Sorry eh ? I'm sorry i can't fulfil your wish . " penjelasan Siu membuatkan mata aku berkaca . Terharu aku mendengarnya .
Aku meluru ke arahnya lantas mendakapnya erat . " Its more than enough . " Tangan Siu mengusap lembut rambut ku . " Don't cry on your day . You look prettier with your smile . " lembut suara Siu memujuk aku .
Aku mengambil tempat di hadapannya . Anak mata kami bertemu . Siu berdiri lalu berjalan ke arah aku . Dia memakaikan aku seutas rantai berbentuk seperti lapan tetapi melintang . Aku tak tahu apa maksud simbol ini .
" Infinity means forever . Cinta kita tidak akan berakhir . Setiap hari adalah permulaan . " Siu seperti membaca hatiku . Aku tersenyum gembira . " Selamat hari jadi , sayang . " sambung dia lagi lalu mencium pipi aku .
Selepas makan masakan Siu , dia menghulurkan tangannya . Aku menyambut tangan dia . Tangannya diletakkan di pinggangku . Aku melingkari tangganku di lehernya . Kami menari di bawah cahaya bulan . Diiringi melodi yang tenang .
Suasana sungguh romantik . Kami bertentang mata . Aku menunduk malu . Pandangannya begitu redup . Aku menyandarkan kepala ku di dadanya .
" Lajunya jantung oppa . " ujar aku lalu tersenyum segaris . " Its for you . Memanglah laju . " balasnya sambil mencium rambut aku .
" Sayang ? " panggil Siu . Aku hanya membalas dengan Hmm ? sahaja . " Nak tahu something tak ? " katanya sambil menatap langit gelap . Bayu masih terasa di pipiku .
"Tentang apa ? " kepalaku masih di dadanya . Seronok dengar degupan jantungnya . Bau minyak wanginya juga menusuk hidung . Aku selesa seperti ini .
" Masa first I met you , oppa rasa oppa dah jumpa kebahagiaan oppa . That time , your eyes , smile , hair , laugh semualah menjadi igauan oppa . " ujar Siu lalu tergelak kecil .
Aku hanya senyum . Sayangnya dia dekat aku . Jauh di dalam hati , aku bersyukur Siu dipertemukan kepada ku . Hati kecil ku berdoa agar hubungan ini akan berkekalan .
Tuk ! Tuk ! bunyi ketukan pintu mematikan lamunanku . Jauhnya aku pergi . Aku tersenyum sinis . Buat apa kenangkan orang yang tidak menepati janji . Buang masa . Air mata masih laju menuruni . Membasahi pipi .
" Nana .. " suara Onew kedengaran . Aku cuba menyembunyikan wajahku yang penuh dengan air mata . Tapi gagal . Aku lemah bila bersama Onew . Selepas kejadian ngeri itu , kepercayaan aku hanya pada Onew .
Onew melabuhkan punggung di sebelah . Mengusap perlahan rambut aku . " Nana tak boleh lupakan dia ... " ujarku , perlahan . Tetapi telinga Onew dapat menangkap . " Jangan menangis pasal dia , Nana . Lambat laun , Nana akan lupakan dia juga . Just stay strong . " pujuk Onew .
Malam itu , aku bersama dengan Onew . Menghabiskan air mata . Meluahkan apa yang terbuku di hati . Tetapi aku tidak menceritakan mengenai hubungan sebenar aku dengan Key . Aku tak nak Onew risau lagi . Biarlah dia fikir aku sudah move on .


