Tuesday, June 5, 2012 ϟ 0 letters

NANA POV
Waktu persekolahan telah tamat . Aku mengemaskan barang milikku . Key masih lagi tidur . Selepas dia marah , aku terus mendiamkan diri . Tak pandang Key mahupun kacau dia . Tak tahu kenapa aku takut pula .
Aku nak balik tetapi takkan nak tinggalkan dia macam tu aje . Tak pasal2 nanti dia mengigau . Aku memandang Key . Nak dikejut , takut dia marah tapi kalau tak dikejutkan , susah pula aku . Eh kejap ? Sejak bila aku ambil peduli dengan kambing ni ?
" Buat apa tu ? " suara Minho membuatkan aku terperanjat . Spontan aku memegang dadaku . Pheww , nasib baik aku tak ada penyakit jantung . Mamat ni nak aku mati awal agaknya .
Minho tergelak kecil melihat reaksi aku . Kelakar melihat reaksi aku , mungkin ? Aku menarik muka . " Terkejut saya tau . " ujar aku sambil menepuk perlahan bahu dia .
" Mana tak terkejut macam nampak hantu , asyik tengok buah hati aje . " Minho tersenyum nakal . Key - buah hati ? Pfftt , tapak kaki adalah .
" Diam lah , jom balik . Laparlah . Apa kedai yang best dekat sini ? " soal aku , cuba menukar topik sambil memeluk lengan Minho . Key yang masih tidur , aku tinggalkan .
Kami berjalan keluar dari kelas . " Kedai yang best ? Hmm , oppa tahu ... " Belum sempat Minho menghabiskan ayatnya , Key yang aku tak tahu dari mana datangnya menarik tangan aku .
Kami memandang Key , serentak . Aku kini berada di antara Minho dan Key . Dua-dua pegang tangan aku sambil memandang tajam antara satu sama lain .
Aku ingin melepaskan tangan aku dari pegangan Key tetapi tangannya begitu kuat . Begitu juga dengan Minho . Masing-masing tak mahu mengalah .
" Yahh , lepaskan tangan aku . Both of you . " geram aku tengok diorang ni . Serentak mereka melepaskan pegangan mereka .
Kemudian , aku menarik nafas panjang sebelum menarik tangan Key tanpa melihat belakang , " Jom cepat , dah lapar . " . Key sempat menjelir lidah ke arah Minho . Minho menarik muka sambil menggenggam erat tangannya .
" Kita nak makan dekat mana ? " suara Key menerjah gegendang telinga . Lantas aku memandang Key . Aku terkejut melihat Key . Tambahan pula , aku memegang tangannya .
" Macam mana kau boleh ada dekat sini ? Mana Minho oppa ? " ujar aku sambil melepaskan pegangan aku . " Bukan kau ke yang tarik aku sampai sini ? " pertanyaan Key membuatkan rahang aku terjatuh .
Eh ? Bukan aku tarik Minho ke ? Ahh sudah , mana aku nak letak muka . Aku tak perasan pula . Aku dah salah orang haihh . Mesti Minho sedih gila . Harap dia tak terjun bangunan sebab kecewa . Mianhae , oppa .
" So ? " Key menyilangkan tangannya . " Soo , kau duduk sini . Biar aku makan dengan Minho . Babai . " ujar aku lalu menuju kembali ke sekolah . Tetapi tangan Key pantas menyambar lengan aku lalu menarik aku pergi .
Aku tertarik ke belakang . Kambing betul lah dia ni . " Yah yah , nak pergi mana ni ? Lepaskan lepaskan ! " aku meronta-ronta tetapi tidak berhasil . Malah Key menekup mulut aku . Aku melarikan pandangan .
" Diam atau macam ni ? " soal Key . Aku menarik nafas panjang sebelum membuat thumb up menandakan aku akan diam . " Good girl . " ujar Key sambil menepuk kepala aku . Melampau !
Tiba-tiba , aku merasakan ada air menitik di baju aku . Aku mendongak , memandang langit . Hujan , patutlah . Makin lama , makin lebat .
Key menarik tangan aku dan berlari ke arah perhentian bas . Hanya ada beberapa pelajar sekolah rendah yang berteduh . Aku nampak ada beberapa basikal . Mungkin milik mereka .
Aku menjarakkan tubuh aku dengan Key beberapa langkah . Sakit hati aku dengan perbuatan dia . Kemudian , Key melangkah ke arah aku . Semakin dia mendekati , aku makin ke belakang .
Key berhenti . Kemudian , dia mengalihkan pandangan ke arah hujan yang begitu lebat . Aku lega dengan tindakan Key . Aku mendiamkan diri . Bermain dengan jari aku .
Tiba-tiba , aku terdengar derapan kasut Key semakin dekat dan pantas memeluk aku . Lidah aku kelu . Hembusan nafasnya terasa dekat . Darah menyerbu ke muka . Degupan jantung aku lain dari biasa .
" Kau lapar lagi ? " suara Key menerpa ke telinga . Aku sedikit mengangguk . Kemudian , Key meleraikan pelukannya . Dia menyambar salah satu basikal milik pelajar sekolah rendah itu .
" Cepatlah naik ! " ajakan Key membuatkan aku tersentak . Entah kenapa aku menurut sahaja . Key mengayuh laju meninggalkan empunya basikal yang menjerit supaya mengembalikan haknya .
KEY POV
Aku mengayuh basikal laju meredah hujan . Nasib kami baik , hujan tidak selebat tadi . Kesian budak tadi , hehe . Mesti Nana terkejut dengan tindakan aku . Takpe , sweet lah katakan .
" Kita nak pergi mana ? " tanya Nana apabila aku mula memperlahankan kayuhan . " Kata lapar , pergi makanlah . " balasku .
Aku memandang langit . Hari dah gelap . Aku bercadang hendak ke Restoran McLove . Mahal tapi tak apa lah . Nana dah lapar .
Kalau nak ikut jalan biasa , memang sesak . Basikal pun tak muat . Better aku ambil shortcut . Aku menuruni bukit curam . " Pegang kuat-kuat ! " jerit aku . Lantas Nana memeluk aku dari belakang .
Kelajuan basikal menuruni bukit tidak memberi kesan kepada aku . Pelukan Nana membuatkan jantung aku berdebar . Tak pernah aku merasa seperti ini . Walaupun aku selalu bersama perempuan .
Aku tersenyum mendengar jeritan Nana . Senyuman aku semakin lebar apabila pelukan Nana makin erat . Eh suka pula aku : 3 Walaupun kami sudah melepasi bukit , tangan Nana masih melekat di belakang aku . Masih takut mungkin ?
********
Selepas dinner di McLove , aku menghantar Nana pulang . Dia lebih banyak mendiamkan . Mungkin dia masih terkejut dengan perbuatan aku .
" Korang date ke tadi ? Lambat balik . " Onew mengusik . Nana berdiri di sebelah Onew , mencebik . " Abang tanyalah dia ni . " ujar Nana lalu menuju ke biliknya . " Kenapa dengan dia ? Kau buat apa ? " soal Onew , prihatin .
" Hyung tanyalah dia sendiri . " aku mengayuh basikal kembali . Meninggalkan Onew yang terpinga-pinga . Melihat respon Nana , aku terasa jauh hati . Kenapa dengan dia ? Makan aku dah kasi . Restoran mahal pula tu . Hmm tak faham aku dengan dia .


