Monday, June 4, 2012 ϟ 0 letters
NANA POV" Bengong punya Key. Berani betul dia beritahu abang . Tadi Hyuna , sekarang Onew . Bukan abang aje tapi semua orang . Dia fikir dia siapa ?! Kambing betul . " geram aku dengan tindakan Key yang hanya memalukan aku . Abang pun boleh percaya cakap Key , entah2 Key sihirkan abang . Jahat betul -,-
" Tenanglah , Nana . " aku memandang ke arah empunya suara itu . Minho rupanya . Sejuk sikit hati aku tengok muka dia . " Minho ? Buat apa dekat sini ? " tanya aku setelah menenangkan diri .
" Kan aku tengah duduk . Duduklah sini . " Minho buat lawak cekodok pula . Sambil tu tangannya menepuk tempat di sebelahnya . Aku hanya menurut .
" So , betul lah Nana couple dengan Key ? " pertanyaan Minho buat mengingatkan semula aku tentang Key . Aku menggenggam tangan . " Tak . " Mendatar tapi tegas suara aku .
" Habis , yang Onew sebut tu apa ? " Minho bersuara lagi . Aku memandang rumput yang menghijau . " Entahlah . Aku marah gila dengan Key . Rasa macam nak benam kepala dia dalam mangkuk jamban aje . Semua orang mesti percayakan Onew . " Aku mengeluh berat . Tak tahu nak buat macam mana . Buntu otak aku .
" Kalau kau dah cakap macam tu , aku takkan percaya Onew . " ujar Minho lembut. Berderau darah aku . Lembutnya suara . Tanpa aku sedari , aku menguntumkan senyuman .
" So , dah berapa lama kenal abang ? " aku cuba menukar topik . Bosan cakap pasal Key atau pasal couple tu . Minho mengecilkan matanya , seakan berfikir .
" Lamalah juga . Kitorang berlima . " Minho tersenyum sendiri , mungkin mengingati kenangan mereka . " Kiranya kawan dunia akhirat lah ni ? " soalku . Minho hanya mengangguk .
" Tapikan kenapa aku tak pernah dengar nama korang hah ? " soal aku lagi . Memang betul , Onew tak pernah cerita mengenai kumpulan dia . Apa nama dia ? Shining ? Shine ? Apa entah .
Minho menjongket bahu . Aku melemparkan pandangan ke arah langit biru . Sementara Minho diam . Aku tak tahu nak berbual mengenai apa . Kekok mungkin ?
" Nana ? " suara lembut Minho menyapa telinga . Lantas aku memandang Minho . Pandangan mata kami bertaut . " Boleh tak jangan panggil aku , Minho ? Dan kita guna saya-awak boleh ? " soalan yang diutarakan oleh Minho sangat pelik . Kenapa tiba-tiba ?
" Then , nak panggil apa ? " aku mengerutkan dahi . " Tekalah . " dia tersenyum .
" Choi Minho ? "
" Panjang sangat. "
" Minho ? "
" Yah , kan dah kata jangan panggil Minho . " sedikit merajuk .
" Fine , macam mana dengan Min ? Haha . " aku tergelak kecil . " Tukan nama perempuan , Nana . " suara Minho jelas menunjukkan yang dia geram . Comel aje muka dia .
" Beritahu ajelah . Tak boleh fikir lagi lah . " aku pula yang merajuk . " Apa yang Nana panggil Onew ? " Minho memandang aku lembut . " Ayam . " jawabku spontan sebelum menghamburkan ketawa kuat bersama Minho .
" Maksud saya , apa yang Nana patut panggil Onew dengan sopan ? " Pertanyaan Minho membuatkan aku terdiam . Berfikir sejenak kemudian aku tersenyum . Aku dah faham , haha .
" Alolo , mengadanyaa diaa :3 " aku tersenyum nakal . Minho mengangkat kening sebelah , tak faham . " Minho oppa ~ " Aku boleh nampak pipi Minho sedikit kemerahan , malu dengan nickname yang aku beri .
" Minho oppa , Minho oppa , Minho oppa ~~ " Semakin galak aku mengusik Minho atau Minho oppa , haha lol . Minho semakin kemerahan .
Aku mula bangun seolah-olah ingin melarikan diri . " Minho oppa , babo oppa , ahaha . " Aku berlari di padang apabila Minho mula mengejar aku . Sambil berlari , aku tergelak . Nasib baik ada Minho , kalau tak mesti aku dah menangis meraung pasal Key ;)
" Alolo , mengadanyaa diaa :3 " aku tersenyum nakal . Minho mengangkat kening sebelah , tak faham . " Minho oppa ~ " Aku boleh nampak pipi Minho sedikit kemerahan , malu dengan nickname yang aku beri .
" Minho oppa , Minho oppa , Minho oppa ~~ " Semakin galak aku mengusik Minho atau Minho oppa , haha lol . Minho semakin kemerahan .
Aku mula bangun seolah-olah ingin melarikan diri . " Minho oppa , babo oppa , ahaha . " Aku berlari di padang apabila Minho mula mengejar aku . Sambil berlari , aku tergelak . Nasib baik ada Minho , kalau tak mesti aku dah menangis meraung pasal Key ;)
Sedang kami berlari berkejaran mcm cerita Hindustan , bunyi loceng berbunyi menandakan waktu rehat telah tamat . Tanpa kami sedari , kami berpegang tangan menuju ke kelas .


